Defragmenter Harddisk merupakan kegiatan penyetaraan tata letak file-file yang ada di dalam harddisk. Kegiatan copy, cut, paste, instal software dan game besar, membuat tata letak file di tiap block dalam harddisk jadi berantakan. Tiap block dalam harddisk memiliki kapasitas antara 10 MB sampai 100 MB, bisa juga lebih. Jadi, apabila kita menyimpan file 1 GB, bukan berarti file itu disimpan dengan susunan block satu baris, melainkan tersebar di beberapa block lain. Sehingga menyulitkan bagi harddisk mencari dan butuh waktu untuk mengakses file tersebut, meskipun hal itu tidak terasa oleh kita. Jika hal ini dibiarkan lama-lama, maka kecepatan baca dan tulis harddisk bisa menurun dan memperpendek usia pakai harddisk.
Jadi karena hal ini, disarankan dilakukan defragmenter harddisk. Namun, hal ini tidak dilakukan sembarangan, karena bisa-bisa harddisk akan mengalami kerusakan. Berikut saya berikan tips dalam melakukan defragmenter harddisk.
- Lakukan defragmentasi sekira 3 bulan sekali, jangan terlalu sering. Bisa-bisa, kemampuan harddisk akan menurun.
- Pakailah pendingin ekstra jika ingin melakukan deframentasi harddisk. Jika pada laptop, pakailah coolpad, jika di PC pakailah pendingin tambahan di harddisk.
- Jika di laptop, defragmentasi dilakukan pada mode baterai dengan kondisi full charge. Sedangkan di PC usahakan adanya UPS agar proses defragmentasi dapat dihentikan ketika listrik mati. Jika PC/laptop mati mendadak ketika defragmentasi, harddisk akan mengalami bad sector.
- Proses defragmentasi dilakukan ketika fragmentasi mencapai minimal 35% dan sisakan ruang kosong harddisk/partisi minimal 15% dari total kapasitas. Ruang ini digunakan untuk fleksibelitas pemindahan block-block file.
- Pakailah software defragmentasi yang memiliki fitur analyzer dan pemantau suhu harddisk, semisal Defraggler. Fungsi analyzer ini untuk mengetahui persentase fragmentasi. Pemantau suhu harddisk berguna agar kita menghentikan proses defragmentasi ketika suhu harddisk mencapai ekstrem (diatas 50 derajat Celcius).

Sebelum melakukan defragmentasi, lakukan analyzer lebih dulu. Jika persentase
fragmentasi di atas 35%, lakukan defragmentasi.
fragmentasi di atas 35%, lakukan defragmentasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar